Media dan Ruang Publik
Media Sebagai Ruang Publik
| image source : lensaindonesia.com |
Media
Definisi media dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yaitu alat, sarana, penghubung dan perantara. Media merupakan suatu wadah yang menjadi sarana penghubung antara pengirim pesan dan penerima pesan. Poin penting sebuah media dalam proses komunikasi yaitu saluran pembawa pesan atau informasi kepada penerima pesan. Maka dari itu, media menjadi sebuah penghubung atau penyambung antara komunikator dan komunikan dalam pertukaran pesan.
Media memiliki fungsi sebagai perantara antara pengirim pesan dan penerima pesan siapapun dan apapun bentuk interaksinya. Dalam komunikasi, media menjadi salah satu unsur terciptanya interaksi antara komunikator dan komunikan. Fungsi media dalam komunikasi umumnya bersifat persuasif, edukatif, dan informatif. Hal tersebut sejalan dengan definisi komunikasi yaitu suatu tindakan yang memungkinkan terjadinya interaksi antara pengirim dan penerima pesan. Sedangkan dalam komunikasi, media sebagai perantara yang mengakibatkan terjadinya interaksi antara komunikator dan komunikan.
Komunikasi memiliki macam yaitu secara verbal maupun non-verbal. Begitu pula dengan media sebagai perantara dalam proses komunikasi dapat meliputi kedua hal tersebut. Selain itu, cara penyampaian pesan juga dapat dilakukan atau disajikan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ruang Publik
Media Sebagai Ruang Publik
Media disebut dengan saluran atau penghubung dalam menyampaikan pesan kepada penerima pesan, dapat disandingkan dengan keberadaan ruang publik yang memerlukan sebuah perantara dalam proses interaksi secara bersama (bersifat publik). Media ibarat jendela yang menghubungkan masyarakat dengan dunia luar sehingga itulah yang menjadi supporter terjadinya interaksi dalam ruang publik. masyarakat dapat menyampaikan dan melakukan proses interaksi yang meliputi pendapat, sanggahan, kritik dan saran kepada khalayak, pihak pemerintahan hingga salah seorang pihak saja (McQuail (2002:66) dalam Mass Communication Theories).
Media khususnya media massa memiliki karakteristik utama yaitu selalu berhubungan dengan interaksi, baik bersifat publik maupun privat. Menurut Hubernas, media massa awalnya menjadi penyalur atau distributor informasi dalam ruang publik. Media massa menjadi katarsis atau perekat kepentingan yang berjalan dalam ruang publik, sehingga media disebut juga sebagai perpanjangan tangan dari manusia. Salah satu media massa yang andil cukup besar yaitu media sosial, yaitu didalamnya berpotensi tercipta kehidupan baru. Kehadiran media sosial mengubah wajah cara berkomunikasi manusia menjadi lebih terbuka, hal itu mungkin dikarenakan fitur yang semakin canggih. Eksistensi media massa semakin berkembang dengan adanya perkembangan teknologi dan cukup mendominasi interaksi ruang publik. Di dalam media tersebut masyarakat memiliki kesepatan untuk berpendapat, mengungkapkan gagasan, kritikan secara bebas. Keberadaan media yang semakin eksis tersebut dimanfaatkan sebagai tempat bertukar pikiran dan pembahasaan antar masyarakat maupun pemerintah untuk kepentingan publik. Jadi, media selain sebagai penyalur dan penyedia informasi juga sebagai ruang diskusi dalam menyelesaikan masalah publik, bukan hanya pemberitaan saja.
Sumber ;
http://repository.lppm.unila.ac.id/28046/1/Menggagas%20Ruang%20Publik.pdf
http://journal.umpo.ac.id/index.php/aristo/article/view/1538
http://digilib.uinsby.ac.id/31601/3/Siti%20Nur%20Hidayatur%20Robi%27ah_I73215043.pdf
http://journal.umpo.ac.id/index.php/aristo/article/view/1538
Komentar
Posting Komentar